Oleh: ahmad fakhrurrozie
"Bismillahirrohmanirrohim……………."
Rasyid kaget dan ter-bangun karena bunyi speker di Musholla sangat keras sekali.
Matanya terasa berat untuk dibuka. Sarungnya di-tarik kembali untuk menutupi badannya yang terasa dingin. Matanya masih terasa mengantuk. Kedua tangannya di masukkan diantara kedua paha, terasa hanyat tangannya. beberapa saat ia tertidur lagi "alhamdulillahi robbil alamin" suara Tape masih saja berbunyi. Rasyid melirik jam yang menempel didinding kamar.
"hhaa………. sudah saatnya Istighotsah". Gumamnya. sambil membenahi sarungnya ia pergi ke jeding untuk mengambil air wudlu. Dibasuhnya bagian-bagian anggota wudlu dengan tertib. Air suci mengalir menembus kulitnya. Memang terasa dingin. Percikan, tetesan air menyentuh din-ding bancik bagaikan irama yang tidak teratur tapi penuh makna.