Mading AFIIQ Meriah Dan Terarah
Tampilkan postingan dengan label kisi hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisi hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Lupa intinya,

Lupa intinya, lupa yang paling penting
Tim redaksi Afiiq
Seorang guru sekolah kesal dengan anak didiknya sebut saja Ghofil. Ia selalu saja lupa membawa membawa sesuatu ketika sekolah. Kadang PR ketinggalan, kadang pulpen, kadang buku catatan, dan banyak lagi.
Akhirnya sang gurupun memutuskan untuk melakukan kordinasi dengan Kesiswaan sekolah, guna mengawasi sang Ghofil sebelum berangkat sekolah, dan memberi check list pada sang anak itu, berisi daftar apa saja yang harus dibawa.
"Semua sudah siap?" tanya Pak Rofi-i
"Siap!" jawab sang Ghofil yakin.
Berangkatlah sang Ghofil.

enam pertanyaan penting Imam Ghozali

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya:

1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ? Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati" . Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.(Ali Imran : 185) Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua.

2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ? Murid-muridnya ada yang menjawab Negara China, bulan,matahari,dan bintang-bintang.Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "Masa Lalu" . Bagaimanapun kita, apa pun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama. Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ke tiga.

3. Apa yang paling besar di dunia ? Murid-muridnya ada yang menjawah gunung,bumi,dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (Al A'Raf: 179). Maka dengan itu kita harus hati-hati dengan nafsu kita, agar jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka. Pertanyaan ke empat adalah:

4. Apa yang paling berat di dunia ? Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawapan semua benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah "Memegang AMANAH" (Al Ahzab: 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung,dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) didunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka kerana ia tidak biasa memegang amanahnya. Pertanyaan yang ke lima adalah,

5. Apa yang paling ringan di dunia ? Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "Meninggalkan Shalat" . Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan shalat. Lantas pertanyaan ke enam adalah,

6. Apa yang paling tajam di dunia ? Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah "Lidah Manusia" . Kerana melalui lidah, manusia dengan senangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Semoga bermanfaat!

Senin, 18 April 2011

JADI KIAI ITU ENAK NGGAK YA?

AGIIQ EDISI AGUSTUS

"Kyai.. enak ya kalau jadi Kyai itu.." kata Kang Timbul membuka percakapan kepada penumpang langganan becaknya, yang kebetulan seorang Kyai yang akan mengajar di sebuah tempat.
Kyai : " masa sih kang Timbul ? dari sudut mana Kang Timbul memandangnya ? "
Timbul : " Lah.. iya Yai.. saya melihatnya dari sisi IBADAH."
" Seorang Kyai itu selalu syiar kepada umat, mengajak umat mengenal Allah dan mengajak umat agar selalu taat sama Allah"
"Kan sama saja Kyai itu kerjanya IBADAH melulu .. ya nggak Yai ?"
Kyai : " Begini Kang Timbul.."
" Allah itu menciptakan manusia , sudah ada tugasnya masing-masing.."
" Tugas Kyai itu seperti yang sudah Kang Timbul katakan tadi.. Ya wajar lah kalau Kyai itu begitu..


renungan far`un alal ushul

afiiq edisi ahustus 2011
Oleh: Mohammad Gufron

Wkt qt brumur 1thn beliau mnyuapi n mmandkn qt..
Sbgai blsnnya..
Qt mngs spnjng malam.
Wkt qt brmr 2thn
Beliau mngjri bgaimna brjln..
Sbgai blsnx..
Qt kbur wkt beliau mmnggl..
Wkt qt brmur 4thn bliau beri qt pensil warna..
Sbgai blsnx..
Qt corat-coret tembok n meja makan.
Wkt qt brmr 7thn beliau mmbelkan qt bola..
Sbgai blsnx..
Qt mlemprkan bola ke jendela tetangga.
Wkt qt brmr 10 thn beliau mngntarkn kmn saja,dr kolam renang smpai pesta ulang thn..
Sbgai blsnx..
Qt brmain asyik dgn tmn
Smpai tdk dngar pggilanx.
Wkt qt brmr 13thn beliau mnyarankn tu'mmotong rambut krn sdah wktux..
Sbgai blsnx..
Qt brkata ''ibu tdk tahu mode...''
Wkt qt brmr 15thn,pulang krja beliau ingin me2luk qt...

Senin, 11 April 2011

KETABAHAN DALAM MENGHADAPI KESULITAN

Madimg afiiq almahrusiyah(maddah) edisi juni 2010

Kita tidak dapat membayangkan bagaimana penderitaan, kesusahan dan jerih payah yang telah dialami Rasulullah saw. Ketika menyebarkan agama. Untuk mencapai tarif seperti usaha dan semangat mereka, kita yang bodoh ini sudah pasti akan mendapat kesulitan. Kisah kehidupan mereka telah banyak ditulis dalam kitab-kitab sejarah, namun sangat jauh untuk diamalkan dalam kehidupan kita. Bahkan sekedar mengetahuinya saja kita tidak mau berusaha.

Di dalam bab ini, akan diceritakan beberapa kisah mereka sebagai suri teladan bagi kita. Dari kisah-kisah tersebut akan kami awali dengan kisah Rasulullah saw. semoga dengan mengisahkannya akan menjadi sebab keberkahan.

DAKWAH RASULULLAH SAW. KE THOIF

Setelah sembilan tahun Muhammad diangkat sebagai Rasulullah, Beliau masih menjalankan dakwah di kalangan kaumnya sendiri di sekitar kota Makkah untuk memperbaiki pola hidup mereka. Tetapi hanya sebagian kecil saja orang yang bersedia memeluk agama islam atau bersimpati kepadanya, selebihnya selalu berusaha dengan segala daya upaya untuk mengganggu dan menghalangi Beliau dan pengikut-pengikutnya. Di antara mereka yang bersimpati dengan perjuangan Nabi adalah Abu Tholib, paman Beliau sendiri, namun sayangnya ia tidak pernah memeluk islam sampai akhir hayatnya.
Pada tahun kesepuluh setelah kenabian Abu Tholib wafat. Dengan wafatnya Abu Tholib ini, pihak kafir Quraisy merasa semakin leluasa mengganggu dan menentang Nabi saw.
Thoif merupakan kota terbesar kedua di kawasan Hijaz. Di sana terdapat Bani Tsaqif, suatu kabilah yang cukup kuat dan besar jumlah penduduknya. Rasulullah saw. Pun berangkat ke Thoif dengan harapan dapat membujuk Bani Tsaqif untuk menerima islam, dengan demikian Beliau akan mendapatkan tempat berlindung bagi pemeluk-pemeluk islam dari gangguan-gangguan kafir Quraisy. Beliau pun berharap dapat menjadikan Thoif sebagai pusat kegiatan dakwah. Setibanya di sana, Rasulullah saw. Mengunjungi tiga tokoh Bani Tsaqif secara terpisah untuk menyampaikan risalah islam. Namun yang terjadi, mereka bukan saja menolak ajaran islam, bahkan mendengar pembicaraan Nabi saw. Pun mereka tidak mau.. Rasulullah saw. Diperlakukan secara kasar dan biadab. Sikap kasar mereka itu sungguh bertentangan dengan kebiasaan bangsa Arab yang selalu menghormati tamunya. Dengan terus terang mereka mengatakan bahwa mereka tidak senang Rasulullah saw. Dan pengikutnya tinggal di kota mereka. Semula Rasulullah saw. membayangkan akan mendapat perlakuan yang sopan diiringi tutur kata yang lemah lembut, tetapi ternyata Beliau diejek dengan kata-kata kasar.
Salah seorang di antara mereka berkata sambil mengejek,”Benarkah Allah telah mengangkatmu menjadi pesuruh-Nya?”. yang lain berkata sambil tertawa,” Tidak dapatkah Allah memilih manusia selain Kamu untuk menjadi pesuruh-Nya?”
Ada juga yang berkata,”Jika Engkau benar-benar seorang Nabi, aku tidak ingin berbicara denganmu, karena perbuatan demikian itu akan mendatangkan bencana bagiku. Sebaliknya, jika Kamu seorang pendusta, tidak ada gunanya aku berbicara denganmu.”
Menghadapi perlakuan ketiga tokoh Bani Tsaqif yang demikian kasar itu, Rasulullah saw. Yang memiliki sifat bersungguh-sunguh dan teguh pendirian, tidak menyebabkannya mudah putus asa dan kecewa. Setelah meninggalkan tokoh-tokoh Bani Tsaqif yang tidak bisa diharapkan itu, Rasulullah mencoba mendatangi rakyat biasa, kali ini pun Beliau mengalami kegagalan. Mereka mengusir Rasulullah dari Thoif dengan berkata,”Keluarlah Kamu dari kampung ini! Dan pergilah kemana saja Kamu suka!”.
Ketika Rasulullah menyadari bahwa usahanya tidak berhasil, Beliau memutuskan untuk meninggalkan Thoif. Tetapi penduduk Thoif tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan. Lemaparan batu yang mengenai Nabi saw. Demikian hebat, sehingga tubuh Beliau berlumuran darah. Dalam perjalanan pulang, Rasulullah menjumpai suatu tempatyang dirasa aman dari gangguan orang-orang jahat tersebut, kemudian Beliau berdo’a:
االلهم اليك اشكو ضعف قوتي وقيلة حيلتي وهواني على الناس يا ارحم الراحمين انت رب المستضعفين و انت ربي الى من تكينني الى بعيد يتجهمني ام الى عدو ملكته امري ان لم يكن بك علي غضب فلا ابالي ولكن عافيتك هي اوسع لي, اعوذ بنور وجهك الذي اشرقت له الظلمات وصلح عليه امر الد نيا والاخرة من ان تنزل بي غضبك او يحل علي سخطك لك العتبى حتى ترضى ولا حول ولا قوة الا بك.

“Wahai Tuhanku, kepada Engkaulah aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya uapayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Rohim, Engkaulah Tuhannya orang-orang yang lemah dan Engkaulah Tuhanku. Kepada siapa Engkau menyerahkan diriku?kepada musuh yang akan menerkam aku atau kepada keluarga yang Engkau berikan kepadanya urusanku. Sedangkan afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya muka-Mu yang mulia yang menyinari langit dan menerangi segala yang gelap dan atas-Nyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat. Dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahan-Mu atau dari Engkau turun atasku adzab-Mu. Kepada Engkaulah aku adukan halku sehingga Engkau ridlo. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau.”

Demikian sedihnya do’a yang dipanjatkan kepada Allah oleh Nabi saw. Sehingga Allah mengutus Jibril a.s. untuk menemuinya. Setibanya di hadapan Nabi, Jibril a.s. memberi salam seraya berkata,’Allah mengetahui apa yang telah terjadi padamu dan orang-orang ini. Allah telah memerintahkan malaikat di gunumg-gunung untuk menaati perintahmu.” Sambil berkata demikian Jibril memperlihatkan para malaikat itu kepada Rasulullah saw.

Kata malaikat itu,”Wahai Rasulullah, kami siap untuk menjalankan perintah Tuan. Jika Engkau mau, kami sanggup menjadikan gunung di sekitar kota itu berbenturan, sehingga penduduk yang ada di kedua belah gunung ini akan mati tertindih. Atau apa saja hukuman yang Engkau inginkan, kami siap melaksanakannya.”

Mendengar tawaran malaikat itu, Rasulullah saw. Dengan sifat kasih sayangnya berkata,”Walaupun mereka menolak ajaran islam, saya berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat nanti akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.”
Hikmah dari kisah di atas:

Perhatikanlah teladan mulia yang dicontohkan oleh Nabi saw. Kita semua mengaku sebagai pengikutnya, tetapi dalam kehidupan sehari-hari jika keinginan kita di tolak atau tidak disetujui, dengan cepat kita merasa tersinggung dan memaki-maki, bahkan kadang-kadang mempunyai keinginan untuk membalas dendam. Padahal sebagai pengikutnya kita hendaknya mencontoh Beliau. Setelah menerima penghinaan dari penduduk thoif, Beliau hanya berdo’a dan tidak memarahi mereka, tidak mengutuk mereka, dan tidak mengambil tindakan balas dendam walaupun diberi kesempatan untuk itu.

di bawah semangkuk nasi putih

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir-didepan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran
sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam
restoran tersebut. "Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya." Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis." Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih. "Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak
lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada
pemuda ini. "Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.
Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini. Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi? Suaminya kemudian membisik kepadanya : "Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah." "Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya." "Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?" Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain. "Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka. "Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang
pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.
Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.
Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid. "Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."
"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan
bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.

Mading Afiiq al-mahrusiyah (maddah) edisi desember 2009

Jumat, 19 November 2010

Haji 28 kali

Saya mengenal seorang pembimbing Haji yang sangat bijak.
Usianya baru 50 tahunan tapi sudah pergi haji sebanyak 28 kali.
Tidak salah dengar? Tidak ini benar, bahkan kalau ditambah umrah mungkin sudah 50 sampai 70 kali bolak balik ke tanah suci, karena dalam setahun bisa dua atau tiga kali ke tanah suci jika dihitung dengan umrah.