Mading AFIIQ Meriah Dan Terarah

Sabtu, 04 Desember 2010

Wisata Kultural dan Spiritual

Oleh: Fakhrur rozie 20/04/2010



Dunia pariwista modern selma ini berangkat dari filosofi tentang, kreasi dan rekreasi yang lahir dari anggapan budaya manusia teknologi-industrial.

Manusia membagi hari-harinya kedalam fungsi kreatif dan produktif.
Fungsi kreatif memusatkn pada mekanisme intlektual pmikira,renungan,kesenian (software peradban) dan juga dunia politik.
Fungsi produktif berpusat pada ekonomisasi dan ekonomisme: produk-produk, konsumsi dan pasar. keduanya sangat menyerap pikiran,batin, fisik manusia yang hanya sebagai fungsi produktif. melahrkan proses dehumanisasi yang sangat mengringkan makna hidup mreka.
oleh karna itu naluri mereka menuntut akalnya agar melahirkan fenomena budaya yang memungkinkan adanya 'Rehumanisasi' atau arus balik.

Maka lahirlah Cultural tourism. pengembaraan kembli ke wilyah-wilyah yang bisa mengmblikan manusia ke kemanusiaanya. Nanti pada tahap 'ilmu' trtentu akan ditmukan bahwa tour areas(ziarah) tidak lain hanyalah kosmos batiniah manusia(tourist) itu sendri.

Tempat- Tempat rekasi itu sebenarnya sekedar merupakan sarana,pintu masuk ke dalamnya.
Pegunungan,pantai, srta gejala alam lainya-tidak untk alam itu sendri,melainkan untuk bertemu dengan drinya sndri..

Pola_pola rekreasi dan kepariwisataan modern hanya mampu merangkum dimensi_dimensi budaya degnan aksentuasi estetika.
Ia tidak memasuki, yeah....hanya sekedar meraba,menyentuh skilas. ini hanya paralel degan psikologi yang hanya "mengenal gejala kejiwaan dan bukan jiwa".

Dalam kerangka ini fenomena wisata ZIAROH sebagai apliksi Wisata Spiritual yang insyAllah mrupakan terminal terakhir yang dikejar manusia di masa depan sesudah terminal Wisata Kultural yang notabene sejauh ini hanya menydiakan Superficial entertaiment dan tidak melibtkan dunia batiniah secara cukup mendalam.

Tidak ada komentar:

Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2012/03/cara-memasang-custom-google-translate.html#ixzz2ErfvM2Di